Buat saya, hari Minggu adalah waktu untuk berenang. Sengaja saya pilih hari Minggu (hari libur) karena pada hari itu kolam renang relatif sepi. Biasanya kalau hari kerja kolam renangnya penuh oleh rombongan anak-anak sekolah dari SD sampe SMA.

Kalau ada telepon atau SMS tak terjawab, coba check ke kolam renang, di sana pasti ada saya. Kalo gak ada juga, berarti mungkin saya lagi jalan-jalan ke pantai.

Kalau ingin jalan-jalan ke mal atau pusat perbelanjaan maka saya pilih hari-hari biasa, karena hari Minggu (hari libur) tempat-tempat itu justeru ramai. Maklum, saya gak terlalu suka dengan tempat-tempat yang terlalu ramai, tapi bukan berarti saya manusia anti rame, lho!?

Apa arti hari Minggu buat Anda?

Kalau sebelumnya saya menulis tentang sesuatu yang berkaitan dengan air mata, maka sekarang saya ingin menulis tentang lawan dari menangis, yaitu tertawa. Biar seimbang gitu, lho!?

Selama ini saya sering dikritik, diledek, bahkan diketawai (ulang) teman-teman karena cara tertawa saya yang (katanya) aneh, lucu, unik, dan lain daripada yang lain. Jadi ketika saya tertawa karena ada sesuatu yang lucu, justeru teman-teman yang lain tertawa karena mendengar cara saya tertawa.

Berhubung ini hanya sharing secara tertulis, maka sayapun hanya akan membahas tentang cara tertawa melalui tulisan, baik melalui blog, fesbuk, twitter, ataupun melalui SMS. Pokoknya semua jenis tertawa yang ditulis-tulis gitu dech.

Beginilah cara kebanyakan orang tertawa secara tertulis:

Hahaha… (Cara ini merupakan cara yang paling umum dijumpai, termasuk saya juga lebih sering tertawa seperti ini).

Hehehe… (Hampir sama dengan contoh pertama, bedanya cuma pada penggunaan huruf A dan E).

Hehe… (Ketawanya cuma dua potong, telat nyambung atau malah belum nyambung, ketawanya gak ikhlas).

Jiah…ha…ha…ha…haaaa… (Ketawanya spontan, langsung nyambung. Bahkan cerita lucunya belum selesai udah ketawa duluan).

Hihihihihi… (Ketawanya pake “i” bikin serem, kayak ketawanya Mak Lampir).

Ho…ho… (Kalo yang ini ketawanya mirip tokoh kartun, saya tahunya dari teman yg pake avatar gambar binatang).

Hag hag hag… (Pake ditambah “g” di belakangnya, seperti ketawa ngeledek, maknanya dalam banget).

Ahayhayhay… (Nah, kalo yg ini benar-benar ketawa ngeledek, ngeledek sambil jingkrak-jingkrak).

Huhuhahaha… (Pertamanya pake “huhu” tapi ujungnya jadi “haha”. Ngakak koprol. Ketawa sambil terlentang trus kedua kakinya diayun-ayunkan ke atas seperti sedang mengayuh sepeda).

Xixixixixixixi… (Yang diketawain dengan cara ini pasti lucuuuu sekali. Jenis tertawa ini yang paling menggigit).

Nah, terakhir saya baru tahu ada cara tertawa yang lebih aneh lagi, saya tahunya dari teman yang pernah makan siang di atas bajaj. Fufufufufufufu…, katanya (Saya gak tahu sebenarnya dia sedang tertawa atau justeru lidahnya kepanasan akibat makan singkong goreng panas???) :-D

Eniwei, kalo tertawa secara tertulis sih gampang, tapi kalo tertawa yang sebenarnya saya koq malah sering diketawai teman-teman. Kenapa ya?

Kata orang, waktu saya baru dilahirkan, saya langsung menangis, bukannya langsung tertawa. Mungkin itulah sebabnya sampai saat ini saya belum tahu cara tertawa yang benar.

Pertama-tama, mari kita simak petikan SMS sbb:

Oyen     : Halo, Pak Abu. Sayah lagi di Bogor, lho!?

Abu        : Siapa?

Oyen     : Ini sayah, Oyen…!!!

Abu        : Saya tahu ini Oyen, maksud saya SIAPA yang nanya?

Oyen     : Agggrrrhhh…!!!

Abu        : Iya…iya… Maaf, saya bercanda

Oyen     : Pak Abu lagi dimana? Di Bogor apa di Makassar? Ketemuan, yuk!?

Abu        : Aduh maaf, Yen. Saya dah seminggu di Makassar. Oyen telat sih maen ke Bogor-nya

Oyen     : Ya udah, kalo gitu enggak jadi!!!

Abu        : Mangkanya kalo mo ketemu jangan ngedadak gitu, soalnya saya kan agendanya padat

SMS gak dibalas. Oyen marah.

Saya yakin Oyen pasti kecewa berat karena belum bisa ketemu idolanya. Beberapa menit kemudian setelah diperkirakan emosi Oyen mulai stabil, barulah saya telepon.

Lalu apa yang terjadi sodara-sodara?

Saya benar-benar gak nyangka seorang Oyen yang selama ini saya kenal suka nyablak, ternyata aslinya justeru sangat halus dan lembut. Walaupun saya belum ketemu langsung, namun suaranya melalui telepon benar-benar telah membius saya saking merdunya, saya bahkan seolah bermimpi sedang bicara dengan Puteri Solo. Ini beneran, lho!? Saya gak bohong.

Lain Oyen lain pula Abu Ghalib. Kata Mba Anna, saya di dunia nyata dengan di dunia maya juga berbeda bagai bumi dan langit. Waktu kami kopdar, saya terkesan rada-rada kalem (katanya), tapi di blog saya justeru banyak hahahehe suka bercanda dan kadang suka usil. Nakal katanya. Benarkah?

Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki karakter yang berbeda dengan kesan yang selama ini beredar di dunia maya? Mungkin ada yang menyangkal. Tapi disadari ataupun tidak, terkadang kita memang lebih berani berekspresi di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Narsis biar eksis, begitu pikiran orang pada umumnya.

Menurut saya, prinsip ini memang ada benarnya juga. Terbukti dari beberapa episode Headline Nyuz alias laporan kopdar dari teman-teman blogger, banyak yang bercerita tentang perbedaan karakter asli teman yang baru ditemuinya dengan karakter yang beredar di dunia maya.

Bagaimana menurut Anda?

Akhirnya saya bisa menghirup udara bebas setelah beberapa hari mendekam di balik jeruji besi Polresta Antah Barantah. Pasalnya saya diduga merupakan anggota sindikat penipuan melalui SMS dan telepon celluler yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Hasil rekaman pembicaraan korban dengan pelaku penipuan yang mencatut nama saya membuktikan bahwa pelaku melakukan aksinya dari Kota Antah Barantah, sementara saya pada saat yang sama sedang berada di Makassar.

Masih dari bukti rekaman, pelaku ternyata menggunakan nama asli saya, berarti kemungkinan besar pelaku mengenali saya secara offline karena saya tidak pernah mempublikasikan nama asli saya melalui dunia maya. Mungkin juga dia tidak kenal saya namun dia mencatut nama dari pelanggan operator tertentu secara random lalu mempelajarinya. Bagaimanapun modus yang digunakan, yang jelas ini benar-benar merupakan pencemaran nama baik buat saya.

Hmmm…sepertinya orang-orang yang berprofesi sebagai penipu memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibanding profesi lain!? Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah!

***

Kali ini saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1432 H bagi saudara seiman dimanapun berada, semoga tahun ini kita menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun lalu, amin…

Seorang teman yang sudah saya anggap seperti adik sendiri bertanya kepada saya, apa yang Kakak lakukan saat kangen sama orangtua?

Saya tahu bahwa dia bertanya seperti itu karena ingin meminta saran apa yang harus dia lakukan. Mungkin dia curhat kepada saya karena tahu bahwa sayapun sejak kecil sudah sering tinggal jauh dari orangtua.

Sekedar info, orangtua teman saya ini telah bercerai sejak Sepuluh tahun lalu. Kini dia tinggal di rumah nenek bersama ketiga adiknya. Ibunya sudah menikah lagi dan ikut suami barunya ke Papua, sementara Si Ayah kembali kepada keluarganya.

Sepertinya ia benar-benar tidak dapat menahan tekanan dalam dadanya, kerinduan yg begitu mendalam kepada kedua orangtua yang jauh di sana. Mungkin karena dia adalah anak pertama sehingga dia selalu berusaha menutupi perasaannya, namun saya bisa merasakan kesedihannya dari cara dia bercerita.

.

Diam-diam saya mengumpulkan beberapa foto kenangan dia bersama orangtuanya. Lalu foto-foto itu saya scan kemudian saya buat dua keping VCD (slide show video) lengkap dengan animasi dan soundtrack-nya. Untuk ayahnya saya menambahkan lagu “Titip Rindu Buat Ayah” karya Ebiet G. Ade, sementara untuk ibunya saya tambahkan lagu “Ibu” oleh Iwan Fals. Tak lupa saya menuliskan beberapa bait puisi untuk ayah dan ibunya.

Dua keping VCD itu saya berikan kepadanya untuk dikirim kepada kedua orangtuanya, semoga video itu bisa mengetuk hati mereka agar segera menemui anak-anaknya.

Setelah melihat video itu, dia lalu mengirim SMS kepada saya.

Terimakasih sudah membuatku menangis, sungguh tangisan ini telah kupendam selama puluhan tahun. Selama ini aku hanya bisa menangis dalam hati menerima kenyataan ini, aku tidak ingin adik-adikku semakin sedih jika melihatku menangis. Tapi kali ini aku bisa menangis lepas sambil meneteskan air mata, benar-benar menangis, bukan menagis dalam hati. Terimakasih, Kak…

Sungguh diluar dugaan, hasil karya saya yang sangat sederhana berhasil mengacak-acak emosi seorang gadis tomboy yang notabene selalu berusaha membendung air matanya. Dan alhamdulillah akhir-akhir ini orangtuanya semakin sering menelepon dan sesekali mengirimkan uang demi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya.

.

Ada yang bilang, “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Di sisi lain ada pepatah mengatakan, “Lebih baik menangis daripada tertawa, karena dengan menangis kita akan ingat mati lalu berusaha bangkit dan memperbaiki diri, sedangkan tertawa justeru bisa membuat kita lupa diri”.

Menurut saya, tertawa dan menangis adalah kebutuhan, keduanya merupakan refleksi bagi jiwa manusia dalam menyikapi dinamika kehidupan ini. Yang terpenting adalah, tertawa atau menangislah pada waktu dan tempat yang tepat.

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers