Nomor PolisiSore itu saya berniat akan jalan-jalan ke anjungan Pantai Losari, tepat saat melalui Jl. Cendrawasih saya terkesan dengan sebuah mobil yang melaju persis di depan saya. Mobilnya sudah cukup tua, antik dan unik. Warnanya yang agak kecoklatan menambah kesan antik pada mobil tersebut. Namun sekilas saya lihat mobilnya sangat terawat dan masih nyaman untuk dikendarai, walaupun umurnya sudah pasti lebih tua dari saya.

Yang membuat saya lebih yakin bahwa mobil tersebut adalah mobil kesayangan, bukan hanya penampilannya yang mulus, tapi nomor polisi-nya boleh dikata merupakan pesanan khusus pemiliknya. Setelah saya perhatikan ternyata nomor pelat itu mengungkap sebuah nama, nama panggilan bagi hampir semua orang Makassar yaitu DD 43 NG. Penulisan DD-nya agak dipisah kemudian D yg kedua justru menempel persis di depan angka 4. Sehingga nomor pelatnya jadi demikian, D D43NG (baca: D’Daeng/ The Daeng).

Sebelumnya di Bogor saya juga pernah melihat mobil dengan nomor polisi F 3 RY (baca: Fery), lalu ada juga F 40 IL (baca: Fadil). Kemudian di Jakarta ada B 1 G (Big), B 354 R (Besar), B391 NI (begini), B 361 TU (begitu) dan ada juga B 36 AS (bebas). Ada lagi teman saya dari Karawang pake nomor pelat T 3 RI (baca: ikan teri). Waktu berkunjung ke Balikpapan ada mobil nomor K T3MU (baca: ketemu), t’rus waktu ke Bali ada DS1S (Desis) dan DS 4 S (Desas). Nah, kalau yg ada di paragraf ini sebagian fakta namun sebagian saya cuma ngarang aja, hehehe… habis maunya ngasih contoh yg banyak biar pada ngerti, hehehe…

Menurut saya itu cukup kreatif juga bikin nomor pelat jadi kata2 unik dan khas. Hal ini juga banyak dilakukan oleh org2 terkenal seperti artis, ada yg bilang mobilnya Desi Ratnasari ber-nomor pelat D 3 SY, itu kalo nggak salah. Mobilnya Leony nomor pelatnya L 30 NY, bener apa nggak saya juga belum pernah lihat langsung. Yg jelas kalau ada rezeki nanti beli mobil baru saya juga mau pesan nomor khusus seperti itu. Tapi belum tahu persis di kota mana saya harus pesan nomor pelat letter “GH”…? Jadinya kurang lebih seperti ini GH 4 LIB, bisa nggak ya? Hehehe…

Jodoh

jodoh
Asam di gunung garam di laut, bertemu jua dalam belanga…

Kurang lebih seperti itulah kalimat yang menggambarkan tentang pasangan yang berjodoh, suatu saat pasti akan bertemu, tak peduli mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Entah mengapa saya tiba2 teringat akan teman lama ketika masih di bangku sekolah 12 tahun lalu. Posting ini adalah inspirasi dari teman saya itu, bukan karena dia memiliki keistimewaan tertentu, melainkan perjalanan untuk menemukan jodohnya itulah yang saya anggap unik dan cukup membuat saya terpaksa bangun tengah malam untuk menulis. Masalahnya kalau nggak langsung ditulis bisa2 lupa lagi, lumayan buat upddate blog.

Memang, ada 1001 macam jalan orang untuk menemukan jodohnya, mulai dari yg menyedihkan seperti kisah Siti Nurbaya, yg lucu, yg berliku, yg simple, hingga yg biasa2 saja.

Kembali ke cerita teman saya. Waktu kami masih di STM Parepare dulu, hobi saya adalah merakit radio FM untuk alat komunikasi dua arah. Singkat cerita teman saya yg beda jurusan itu ternyata tertarik untuk mencoba radio hasil karya saya. Nah, saat on air dengan radio itulah ia berkenalan dengan seorang wanita yang bersuara merdu sangat, cukup menghipnotis para breakers (sebutan untuk pengguna radio) khususnya teman saya itu.

Waktu terus berjalan, iapun semakin akrab dengan wanita tersebut. Suatu ketika mereka memutuskan untuk kopi darat, merekapun sama2 jatuh cinta pada pandangan pertama hingga teman saya terpaksa berhenti sekolah demi menikahi wanita itu yg konon sudah dikejar2 pria lain.

Cerita lain dialami oleh saudara sepupu saya sendiri. Gara2 telepon salah sambung justeru membuat cintanya tersambung dengan seorang pria yg tak dikenal sebelumnya hingga membawa mereka ke pelaminan beberapa bulan lalu.

Lalu ada lagi teman saya yang mengukir kisah panjang, berliku dan melelahkan dalam memperjuangkan cintanya. Mulai saat ia nekat berkenalan dengan calon mertuanya pada saat itu dimana calon istrinya masih duduk di bangku kelas dua SMA, (katanya) waktu itu tempat duduk belum juga panas karena diduduki olehnya, si calon mertua malah dengan terang2an tanpa menggunakan bahasa sindiran, mempersilakan ia untuk pulang dan jangan pernah kembali lagi. Namun karena sudah nekat, iapun tidak menghiraukan sikap calon mertuanya. Hingga jika dihitung2 (katanya), tidak kurang dari 100 kali ia diusir paksa oleh calon mertuanya. Dan berkat keteguhannya, saat ini mereka telah dikaruniai 2 buah hati hasil pernikahan dengan istrinya itu.

Kemudian ada cerita lucu, kalau yang ini bukan teman saya tapi temannya teman saya. Gara2 barang belanjaan tertukar di sebuah pusat perbelanjaan, akhirnya Si Pria dan Si Wanita bertemu dimana sebelumnya mereka sama2 kesal, marah, geram, jengkel, kecewa dst selama sekian jam, walaupun sebenarnya belum diketahui secara pasti siapa yang salah dan siapa yang benar. Namun setelah bertemu pandang mereka justru sama2 jatuh hati dan menikah setelah sekian bulan berkenalan.

Di lain waktu, tempat dan pelaku, tentunya masih banyak cerita lain yang berbeda. Ada jodoh berawal dari cinta lokasi, karena terpaksa, karena kasihan, karena materi, karena nggak laku2 atau karena nggak ada pilihan lain, hehehe…

Jangan sekali2 menggunakan istilah “cinta ditolak dukun bertindak” Di dunia boleh senang tapi di akhirat nanti hasil yang diperoleh pasti sesuai dengan amal perbuatan. Bagi yang sudah terlanjur menempuh jalur hitam seperti itu, segeralah bertaubat! So, once again, don’t try this at home…!

Bagaimana dengan Anda? Boleh dong share tentang jalan cerita menemukan jodoh masing2?

Salah Waktu

Suatu hari menjelang maghrib di Kota Daeng…

HP-saya  : Kriiing…kriiing…kriiing…

Saya  : “Halo, semangat pagi!”

Seperti biasa, saya selalu menyapa seseorang dengan selamat/semangat pagi, nggak kenal itu pagi siang sore atau malam.

Suara dari seberang: “Halo…!”

Saya  : “Maaf, ini dengan siapa?”

Suara dari seberang: “Maaf…maaf…maaf…! Saya Yusuf, tahu? Masak kamu nggak kenal nomor dan suara saya!?”

Saya : “O,ya…Yusuf, apa kabar teman? Maklum, beberapa hari yang lalu saya kehilangan semua data dari HP, termasuk semua nomor2 yang saya simpan”

Suara dari seberang : “Ok…ok… ga papa. Alhamdulillah kabar baik. Kamu sendiri gimana kabarnya?”

Saya  : “Alhamdulillah sehat”

Suara dari seberang: “Mmmm…begini. Saya sekarang di Hotel Clarion Makassar, baru tiba dari Jakarta siang tadi”

Saya  : “Wow, surprised…! Kok nggak ngasih kabar dulu kalau mau datang biar saya jemput di bandara?”

Suara dari seberang: “Bukan gitu, sobat. Saya juga nggak ada rencana sebelumnya. Omong2 kamu ada waktu nggak nemuin saya di Hotel?”

Saya  : “Pasti…pasti…! Jam berapa?”

Suara dari seberang: “Ok, kalo gitu temui saya jam setengah tujuh. Nanti kalau sudah sampai di lobi telepon saya”

Saya  : “Ok”
Continue Reading »

Beberapa hari yang lalu seorang teman datang menemui saya dan bermaksud untuk pinjam HP (katanya sih buat SMS doang), dengan alasan HP miliknya sedang rusak.

Seperti biasa karena memang selama ini ia sering pinjam HP untuk hal penting, sayapun langsung mengambil HP lalu menyerahkan kepadanya.

Itung-itung selama ini dia sudah berapa kali pinjam HP ya? Tiga hari yang lalu alasan HP lowbat dan harus di-charge dulu, kemarin lusa nomor diblokir karena salah memasukkan PIN, kemarin pulsanya belum diisi, trus hari ini HP-nya rusak. Saya hanya berpikir besok alasan apa lagi ya?

Belasan menit kemudian HP-pun kembali ke tangan saya, thank you katanya. Yaaaa, your welcome-lah…

Tapi apa yang terjadi kemudian…?
Continue Reading »

Akhirnya kita menginjak tahun 2010, selamat tahun baru untuk semua…

Tahun Baru selalu identik dengan sesuatu hal yang baru, meskipun banyak orang yang cuek akan suasana tahun baru, namun setidaknya hal-hal baru merupakan topik yang paling banyak dibicarakan orang dan diangkat di berbagai media.
Continue Reading »

Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika becak dan andong melaju dengan kecepatan tinggi secepat mobil sedan?

Hal ini dapat dibuktikan saat becak dan andong yang sedang melaju secepat kilat tertangkap kamera seorang fotografer kacangan yang sedang iseng alias kurang kerjaan berusaha untuk mengabadikan kejadian tersebut.
Continue Reading »

musikBicara tentang musik memang nggak ada habisnya. Musik saat ini telah menjadi  bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Bahkan beberapa kali saya pernah dengar orang yang dengan terang-terangan dan penuh rasa bangga berkata “Musik adalah nafas hidupku”. Setidaknya seperti itulah motto yang dikampanyekan orang2 penggila musik.
Continue Reading »

Next Page »