Tanda Kebesaran Allah SWT

DSC00092Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

(Q.S: Fushshilat 53)

Ayat di atas merupakan salah satu ayat yang menegaskan tentang Kebesaran Allah SWT.

Ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, ketika manusia sibuk mencari jati diri dan di mana dirinya berada. Di zaman Plato, semua orang berpendapat bahwa bumi itu datar, seperti sebuah lapangan yang sangat luas sekali. Kemudian langit ditopang oleh dua buah gunung di kanan dan kirinya.

Sekitar 400 tahun Sebelum Masehi, keyakinan ini berlangsung selama ber-abad-abad. Hingga abad ke-7, teori ini terbantahkan setelah Colombus mengelilingi bumi dimana ia memulai perjalanan dari satu tempat, terus berjalan berlawanan arah menjauhi titik start dan akhirnya kembali ke tempat semula dimana ia memulai perjalanannya. Maka terbuktilah bahwa bumi ternyata bukan datar tetapi bulat.

Selanjutnya manusiapun terus melakukan penelitian, membuat teori tentang bagaimana alam semesta dan bentuknya, dan kemudian mengambil kesimpulan bahwa pusat dari alam semesta adalah bumi. Teori itu disebut dengan teori geosentris. Selanjutnya, keyakinan itu mulai tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat bahkan kalangan agama pada saat itu. Celakanya keyakinan tersebut tumbuh menjadi suatu dogma yang tidak boleh dibantah. Bahkan ketika muncul seorang ahli, Copernicus, yang mengatakan bahwa bukan bumi sebagai pusat edar melainkan matahari. Akibat pernyataan tersebut, Copernicus dikenai hukuman mati yaitu hukum pancung. Seperti itulah keyakinan dogmatis yang berkembang pada saat itu.

Selanjutnya muncul Galilei Galileo, ia menemukan teropong bintang lalu kemudian meneropong Saturnus dan Matahari pada pertama kali. Pada saat itu Galileo menemukan bahwa yang menjadi pusat edar bukanlah Bumi tetapi Matahari.

Seperti itulah perjalanan yang ditempuh oleh manusia untuk mencari tahu tentang alam semesta dan dirinya. Kejadian tersebut bermula dari ratusan bahkan ribuan tahun silam.

Pertanyaan yang harus Anda jawab sekarang adalah :

Mungkinkah pada abad ke-7 dimana manusia pada saat itu masih berkeyakinan bahwa bumi ini merupakan pusat edar, seorang manusia menyampaikan satu FAKTA yang bahkan jauh lebih akurat dibanding hasil penelitian Galileo yang mengatakan bahwa pusat edar bukanlah bumi melainkan matahari. Jauh sebelum munculnya Galileo, Copernicus, bahkan Clolombus, seorang manusia mampu mengatakan bahwa pusat edarpun ternyata bukanlah matahari, ia berkata bahwa Mataharipun bergerak pada garis edarnya?

Fakta bahwa mataharipun bergerak pada garis edarnya baru-baru ini (abad-21) ditemukan manusia setelah teleskop bintang Edwin Hubble mengangkasa jauh di atas permukaan bumi, yang kemudian dari teleskop tersebut dapat dilihat bahwa pusat alam semesta atau pusat galaksi ternyata bukanlah matahari melainkan sesuatu yang disebut dengan BLACK HOLE. Black Hole inilah yang tertangkap oleh kamera chandra yang terbang 330 mil bersama dengan teleskop bintang yang mengindera dan melihat pusat black hole ini.

Akhirnya ilmu pengetahuanpun bertambah lagi hingga saat ini terbukti bahwa matahari bukanlah merupakan pusat edar, melainkan BLACK HOLE. Garis tengah galaksi ini diperkirakan mencapai 80.000 tahun cahaya, sungguh merupakan suatu ukuran yang sangat besar sekali untuk dibayangkan dan dipikirkan dengan otak yang berada dalam kepala manusia.

Sebagai pembanding, mari kita kembali ke pelajaran semasa di bangku sekolah. Diketahui bahwa jarak antara bumi dan matahari saja, diperkirakan mencapai 90 juta mil atau 8 menit cahaya. Sebagaimana kita ketahui bahwa kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik. Jadi, jika anda ingin menuju matahari dengan kendaraan berkecepatan 300.000 km/detik, maka anda akan menjangkau matahari dalam waktu 8 menit.

Jarak bumi dan bulan diperkirakan 280.000 km, ini berarti cahaya pantulan dari bulan dapat mencapai bumi selama + 0,8 detik.

Coba anda bandingkan, jarak bumi dengan matahari diperkirakan 8 menit cahaya, dan jarak bumi dengan bulan sekitar 0,8 detik. Sedangkan jarak BUMI dengan pusat BLACK HOLE yang kita bahas saat ini dapat ditempuh selama 30.000 tahun cahaya. Sungguh merupakan jarak yang sangat LUAR BIASA, dan di dalam galaksi tersebut terdapat bukan hanya satu matahari, tetapi masih terdapat 100 milyar matahari-matahari lainnya, semua berputar (berthawaf) seperti bulan mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari, dan mataharipun berputar mengelilingi pusat galaksi.

Sungguh, hal ini merupakan ilmu pengetahuan moderen, TETAPI hal ini telah dikemukakan di abad ke-7 saat sebelum zaman Galileo (abad ke-8), dan bahkan sebelum Copernicus, inilah yang disampaikan oleh seorang manusia yang tak lain adalah RASULULLAH MUHAMMAD SAW.

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”

(Q.S: Yaasiin 38)

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”

(Q.S: Yaasiin 39)

Inilah yang disampaikan bahwa ternyata MATAHARI-pun berjalan di garis edarnya dan berputar mengelilingi sesuatu yang disebut dengan BLACK HOLE.

Matahari berjalan dalam hitungan waktu yang sangat lama sekali. Jika bulan mengelilingi bumi dibutuhkan waktu 30 hari, bumi mengelilingi matahari dibutuhkan waktu 12 bulan atau 360 hari, sedangkan matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi membutuhkan waktu sekitar 220 juta tahun.

Dialah Allah pemilik waktu dan masa.

Mungkinkah hal ini dikemukakan oleh seorang manusia di abad ke-7, jauh sebelum teleskop Galileo ditemukan? Mungkinkah hal ini dikemukakan oleh seorang manusia pada saat hampir semua manusia berkeyakinan bahwa bumi itu datar? Jika hal ini mustahil, apakah anda dapat menjelaskan SIAPAKAH yang mampu menjelaskan hal ini?

Hanya Dialah Allah SWT yang mampu menjelaskan hal ini.

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”

(Q.S: Yaasiin 38)

1400 tahun sebelum teleskop bintang Edwin Hubble ditemukan oleh manusia, 14 abad sebelum Albert Einstein dilahirkan. Lalu mengapa Allah SWT menurunkan ayat ini melalui Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada ummat manusia? Tidak lain adalah karena Allah ingin menunjukkan bahwa Dialah Yang Maha Kuasa, Dialah Yang Maha Pencipta, Dialah yang menciptakan langit dan bumi, Yang Menciptakan matahari dan bintang, Yang Menciptakan Manusia, Dialah yang memiliki alam semesta dan seluruh isi yang terkandung didalamnya, Dialah Tuhan langit, Tuhan bumi, Tuhan bintang, Tuhannya Matahari, Tuhan manusia, dan Tuhan seluruh alam semesta.

Untuk apa semua ini ditunjukkan kepada manusia? Tidak lain Ia ingin menunjukkan dan memberitahu bahwa manusia berasal dari Allah SWT, dan kepada-NYA kita kembali.

Sekarang jelaslah sudah, apabila atas dasar ilmu pengetahuan melihat bahwa ayat ini tidak mungkin dibuat oleh manusia, tetapi suatu ZAT Yang Maha Perkasa. Siapakah ZAT Maha Perkasa itu? Dialah Allah Sang Khaalik, Yang Maha Pencipta.

Mari kita merenung sesaat…

Sudah berapa lama kita tidak menyadari kekuasaan Allah SWT? Sudah berapa lama kita tidak mengakui keesaan Allah? Sudah berapa lama kita berjalan di muka bumi dengan dagu terangkat dan dada membusung ke depan? Sudah berapa lama kita menghabiskan waktu dengan terbahak-bahak, tidak sadar bahwa bumi inipun sedang berthawaf, tidak sadar bahwa mataharipun sedang berthawaf, tidak sadar bahwa seluruh alam inipun sedang berthawaf dan bertasbih?

Untuk dapat mencapai suatu titik dimana kita bisa mengetahui tentang alam semesta, siapa penciptanya, siapa diri kita, bagaimana kedudukan kita, serta apa yang seharusnya kita lakukan sebagai salah satu makhluk yang super kecil ciptaan Allah SWT, salah satu cara yang dapat ditempuh yakni dengan melakukan SPIRITUAL JOURNEY.

Mari kita coba berpikir dan merasakan diri kita terhanyut di alam semesta, seperti masuk ke alam semesta raya dan merasa sangat kecil, inilah yang disebut dengan SPIRITUAL JOURNEY. Spiritual journey adalah keadaan dimana kita merasa bagian kecil dari alam semesta. Spiritual journey adalah apabila kita merasa bagian yang sangat kecil dari seluruh tatanan galaksi. Spiritual journey adalah apabila kita ssadar bahwa diri kita ini hanyalah seorang manusia biasa. Spiritual journey bisa juga disebut sebagai kecerdasan spiritual, oleh karena itu hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan spiritual-lah yang dapat melakukan apa yang disebut Spiritual journey.

Disisi lain, bagi orang yang buta hati, ia hanya akan melihat bahwa dirinyalah yang besar. Orang seperti itulah yang tergolong ke dalam kelompok orang yang RENDAH Kecerdasan Spiritual.

Orang yang memiliki kecerdasan spiritual sangat sadar bahwa dirinya hanyalah merupakan makhluk kecil yang hidup di tempat yang sangat besar yakni bumi.

Dengan kecerdasan spiritual kita akan menyadari bahwa di luar sana ada satu ZAT yang jauh lebih berkuasa, yaitu Allah SWT. Kecerdasan Spiritual membuat kita mampu memaknai kehidupan ini.

Pada saat kita melakukan spiritual journey, maka pada saat itu pula berarti kita sedang melakukan OUTER JOURNEY. Outer Journey adalah suatu perjalanan keluar, keluar dari tubuh kita yang sangat kecil dan melihat seluruh alam semesta dan isinya. Pada saat itulah kita akan melihat bahwa diri kita hanyalah satu titik super kecil yang berada di suatu tempat yang super besar yakni alam semesta yang tak terbatas. Dan dengan demikian maka kita akan menyadari, Dialah Allah SWT pemilik langit dan bumi. Dialah Allah, Tuhan yang menggenggam jiwa.

Ayat Kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(Q.S: Al-Baqarah 155)

Artikel ini saya kutip dari narasi Video ESQ oleh Ari Ginanjar Agustian, yang kemudian saya edit seperlunya agar mudah difahami.

Semoga bermanfaat untuk kita semua, amin…

Abu Ghalib

About these ads

  1. artikel yang menarik gan..
    thanks infonya…

    dan dari begitu pesatnya perkembangan pengetahuan itu, kita hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa alangkah besarnya kuasa Allah……

  2. rijal

    we…… aku terkesan membacanya
    karena memang Q ini orang yang sangta suka dengan suatu penelitian
    CITI_CITA Q adaah sebagau ILMUAN yang mendapat NOBEL

  3. rijal

    kapan-kapan q baca lagi so, siapa ARTIKEL yang bagus yah

  4. Mantap artikel ny….




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers

%d bloggers like this: