Otak Bukanlah Sebuah Gudang Data

Salah satu organ tubuh yang sangat vital adalah otak. Seluruh fungsi motorik organ tubuh lainnya berpusat pada otak.  Namun kali ini yang ingin saya bahas adalah fungsi otak dalam kaitannya sebagai alat untuk berpikir dan menyimpan memory.

Fungsi otak sebagai alat untuk berpikir tentu berbeda dengan fungsinya sebagai alat untuk menyimpan data, tapi kadang2 banyak orang yang lupa atau memang tidak bisa membedakannya. Padahal kunci sukses orang2 yang berhasil mencapai puncak keberhasilan adalah bagaimana memanage fungsi otak tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa otak merupakan aset atau modal yang paling berharga bagi seseorang untuk sukses karena dari sanalah semua ide2 brilian itu muncul.

Saya akan berikan beberapa contoh yang patut kita ambil pelajaran tetang bagaimana seharusnya kita memanage fungsi otak.

Satu kisah dimana seorang sarjana fresh graduated datang ke suatu wawancara kerja untuk mendapatkan job yang ia cita-citakan. Bertemulah ia dengan CEO perusahaan tempat ia melamar pekerjaan, ketika diwawancara dan ditanya tentang seluk-beluk tugas yang akan diembannya, ia bisa menjawab dengan lancar dan detail. Bahkan ia hafal betul dan dengan bangga ia menceritakan teori2 yang telah dipelajarinya yang menurutnya bisa diterapkan di perusahaan itu.

Sesaat setelah wawancara, Personel Manager datang dan bertanya kepada CEO tentang diterima atau tidaknya sarjana tersebut jadi karyawan, dengan tegas CEO menjawab, “Tempatnya bukan disini!”

Contoh lain adalah Albert Einstein, ia adalah seorang ahli yang sekaligus jadi icon dunia ilmu pengetahuan, seluruh dunia mengenalnya. Bahkan saya yakin Anda sendiripun pasti tahu siapa orang yang bernama Einstein, meskipun belum pernah bertemu langsung dengannya, tapi setidaknya pernah dengar, baca, atau melihat lukisan atau foto wajah Si Jenius itu. Namun jika Anda menanyakan nomor teleponnya langsung kepada beliau? Anda tahu apa yang terjadi? Ia justru mengambil sebuah buku telepon dan mempersilakan anda untuk mencari sendiri nomor teleponnya.

Suatu hal yang aneh dan mengherankan, seorang ilmuan yang sangat jenius bahkan tidak hafal nomor telepon sendiri.

Apa yang aneh dari kedua cerita di atas?

Ternyata inti permasalahan terletak pada pengelolaan fungsi otak. Bagi kebanyakan orang, otak lebih sering difungsikan sebagai alat untuk menghafal, mengingat dan menyimpan data yang bilamana diperlukan sewaktu-waktu bisa dibuka kembali. Padahal kita tahu bahwa saat ini ratusan bahkan ribuan jenis gadget yang dapat kita jadikan sebagai media untuk menyimpan data.

Sebaliknya, orang yang cerdas tidak akan pernah berusaha dan bersusah payah untuk menghafal setiap item yang berkaitan dengan dirinya, apalagi hal yang sama sekali tidak penting baginya, karena otak bukanlah gudang data. Orang yang cerdas senantiasa memfungsikan otaknya sebagai alat untuk berpikir dan berkreasi, otaknya bekerja untuk mencari ide-ide baru, menganalisanya dan mengolahnya agar dapat menghasilkan karya yang bermanfaat.

Otak kita ibarat sebuah komputer yang di dalamnya terdapat harddisk untuk menyimpan data dan processor sebagai alat untuk mengolah data menjadi suatu produk yang kita inginkan. Keduanya memang penting, tetapi jika hal menyimpan dan mengolah data dikaitkan dengan otak manusia, maka fungsi otak sebagai processor itulah yang akan jadi pemenang dalam meraih masa depan yang cerah.

Sekedar mengingatkan, dunia ini bukanlah panggung cerdas cermat atau quis cepat tepat yang jika digelar maka pemenangnya pastilah orang-orang yang rajin menghafal. Masa depan adalah masa yang membutuhkan kreatifitas dan inovasi dimana hal itu hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang kreatif dan inovatif.

Logikanya, jika harddisk overloaded, kinerja processor akan lelet. Begitu pula yang akan terjadi pada otak manusia jika terlalu banyak menampung data, maka kemapuan untuk berpikir akan lelet atau bahkan lumpuh sama sekali. So, jangan pernah membebani otak Anda dengan data yang menggunung!

Mengapa seorang CEO, Presiden Direktur, atau pejabat tinggi lainnya memerlukan staff pribadi? Jawabnya tidak lain adalah untuk menampung data dan agenda penting, jadi otak pejabatnya benar2 difungsikan hanya untuk berpikir kreatif dan inovatif.

Jadi, apa fungsi otak Anda? Sebagai harddisk atau processor? Kalau saya dua-duanya, karena dua-duanya memang penting, tapi saya akan berusaha untuk memfungsikan otak saya sebagai processor lebih dominan.

Semoga bermanfaat.

Salam Sukses,

By Abu Ghalib


  1. gurubelajar

    Saya setuju banget…, tapi yang lebih parah lagi kalau yang dihafal bukan info2 yang positif pula…, di TV tuh .. disuruh menghafal lirik lagu.. dikasih hadiah…dst, nggak produktif dan kreatif..
    di sekolah… memorizing and then forgetting……, yang diajarkan adalah ‘what to think not how to think’
    very nice blog…,
    boleh ya saya izin copy artikel2 nya buat murid-murid saya…

  2. ehm…. jadi prosesor lah. tapi waktu baca artikel diatas kok sy jadi mikir ya, kira2 anak2 indonesia yg terlalu sering “dipaksa” menghafal dan tidak dibiasakan untuk mengenalisa-menyelesaikan sbuah masalah,apakah otaknya akan hanya menjadi HDD??? ngeri juga….

    nice post ga :D

  3. Otak saya cuma punya volume 1635cc saja sehingga sangat selektif dalam memilih segala sesuatu yg diinginkannya dan tak kenal apa itu cerebro-redundancy. Saya gunakan hati tuk berpikir, fungsikan otak tuk bertindak. Meski keduanya sering berseberangan tapi satu tujuan: survive.

  4. Pakai CT Scan? Umumnya sih otak manusia berkisar antara 1.230-1350cc, tp punyaku ketambahan rambut gondrong jadinya nambah 300-an cc :lol:

    coba mulai tes dari sini >> http://www.iq-tests.eu/iq-test-Brain-size-and-IQ-510.html

  5. wah bagus mas tulisannya, senang aku bacanya… :lol:

  6. Yups … bahkan saya juga punya teman yg hafal betul berita yg dimuat dikoran dan di TV sampai detail banget. Saya sampai bertanya ke dia kenapa kamu nggak jadi wartawan saja ? *sebetulnya nyindir … buat apa kamu menghafal berita spt itu*. Sama juga mas … Blog juga bukan hanya gudang tulisan atau gudang ide saja. Tapi blog juga bisa dieksekusi menjadi Kantor, Toko atau bahkan mesin uang :-)

    • betul sekali pak, blog merupakan salah satu media untuk menampung isi kepala biar nggak overloaded. tapi omong2 temennya kasihan juga tuh pak, kepalanya dipenuhin data2 yg sebenarnya ngga terlalu penting buat dirinya, hehehe
      trims udah mampir

  7. wow…..
    pantesan diriku selalu lelet selama ini ya…ternyata
    terlalu banyak menghafal dan menyimpan data2 yang gk penting toh..heueheuheeuehu (^_^)

  8. setuju sama tulisan diatas, saya juga biasa kalo ada ide2 baru misalnya apa saja yg mesti saya kerjakan ga pernah di hapal. saya ambil notes kecil dan di tulis aja disana apa saja yang mesti dilakuin, trus misalnya kalo mau nulis sesuatu cuman tulis aja di nots judulnya sama tag2 ntar klo udah di depan laptop berkreasi

  9. wah kalau disamakan dengan harddisk atau processor saya ga ngerti… hehe.. tapi otak kita memang tiada bandingannya, tak ada yg bisa menggantinya :D




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers

%d bloggers like this: