Tolong Ajari Saya Cara Tertawa Yang Benar

December 11th, 2010 § 47 Comments

Kalau sebelumnya saya menulis tentang sesuatu yang berkaitan dengan air mata, maka sekarang saya ingin menulis tentang lawan dari menangis, yaitu tertawa. Biar seimbang gitu, lho!?

Selama ini saya sering dikritik, diledek, bahkan diketawai (ulang) teman-teman karena cara tertawa saya yang (katanya) aneh, lucu, unik, dan lain daripada yang lain. Jadi ketika saya tertawa karena ada sesuatu yang lucu, justeru teman-teman yang lain tertawa karena mendengar cara saya tertawa.

Berhubung ini hanya sharing secara tertulis, maka sayapun hanya akan membahas tentang cara tertawa melalui tulisan, baik melalui blog, fesbuk, twitter, ataupun melalui SMS. Pokoknya semua jenis tertawa yang ditulis-tulis gitu dech.

Beginilah cara kebanyakan orang tertawa secara tertulis:

Hahaha… (Cara ini merupakan cara yang paling umum dijumpai, termasuk saya juga lebih sering tertawa seperti ini).

Hehehe… (Hampir sama dengan contoh pertama, bedanya cuma pada penggunaan huruf A dan E).

Hehe… (Ketawanya cuma dua potong, telat nyambung atau malah belum nyambung, ketawanya gak ikhlas).

Jiah…ha…ha…ha…haaaa… (Ketawanya spontan, langsung nyambung. Bahkan cerita lucunya belum selesai udah ketawa duluan).

Hihihihihi… (Ketawanya pake “i” bikin serem, kayak ketawanya Mak Lampir).

Ho…ho… (Kalo yang ini ketawanya mirip tokoh kartun, saya tahunya dari teman yg pake avatar gambar binatang).

Hag hag hag… (Pake ditambah “g” di belakangnya, seperti ketawa ngeledek, maknanya dalam banget).

Ahayhayhay… (Nah, kalo yg ini benar-benar ketawa ngeledek, ngeledek sambil jingkrak-jingkrak).

Huhuhahaha… (Pertamanya pake “huhu” tapi ujungnya jadi “haha”. Ngakak koprol. Ketawa sambil terlentang trus kedua kakinya diayun-ayunkan ke atas seperti sedang mengayuh sepeda).

Xixixixixixixi… (Yang diketawain dengan cara ini pasti lucuuuu sekali. Jenis tertawa ini yang paling menggigit).

Nah, terakhir saya baru tahu ada cara tertawa yang lebih aneh lagi, saya tahunya dari teman yang pernah makan siang di atas bajaj. Fufufufufufufu…, katanya (Saya gak tahu sebenarnya dia sedang tertawa atau justeru lidahnya kepanasan akibat makan singkong goreng panas???) :-D

Eniwei, kalo tertawa secara tertulis sih gampang, tapi kalo tertawa yang sebenarnya saya koq malah sering diketawai teman-teman. Kenapa ya?

Kata orang, waktu saya baru dilahirkan, saya langsung menangis, bukannya langsung tertawa. Mungkin itulah sebabnya sampai saat ini saya belum tahu cara tertawa yang benar.

Advertisement

Tagged:

§ 47 Responses to Tolong Ajari Saya Cara Tertawa Yang Benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tolong Ajari Saya Cara Tertawa Yang Benar at Abu Ghalib.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers